Nasi Pindang Kudus – Sepintas mirip soto karena merupakan hidangan berkuah hangat yang membuat perut nyaman, nasi pindang asal Kudus berbeda dari soto biasa. Perpaduan antara nasi hangat dengan irisan daging sapi atau kerbaunya yang kaya rempah sungguh nikmat.
Mari kenali dulu apa saja rempah yang digunakan serta perbedaan nasi ini dengan soto biasa.
Rempah Kunci Penyempurna Cita Rasa Nasi Pindang Kudus
-
Ketumbar
Salah satu rempah wajib dalam membuat nasi pindang asal Kudus adalah ketumbar walau pemakaiannya tidak terlalu banyak. Rempah ini sangat bermanfaat sebagai penyeimbang antara aroma kuat dari kluwek dengan rasa gurih yang berasal dari santan. Jika pernah mencium aroma hangat dan sedikit citrus, maka keduanya sebenarnya berasal dari citrus.
-
Kluwek
Bumbu inti lainnya yang membuat nasi pindang khas Kudus berbeda adalah pemakaian kluwek dalam pembuatannya. Selain digunakan untuk membuat rawon, kluwek mampu memberi rasa gurih sekaligus sedikit pahit lembut pada masakan seperti nasi pindang. Berkat kluwek jugalah banyak orang kemudian dapat membedakan antara nasi pindang dari gulai atau soto.
-
Lengkuas
Nasi pindang Kudus legendaris tidak lepas dari rempah bernama lengkuas yang menawarkan aroma segar dan hangat walau sedikit pedas. Kuah pada nasi pindang dijamin lebih kuat dan aroma amis yang berasal dari daging dijamin berkurang. Bahkan bagi orang-orang yang kurang menyukai kuatnya aroma dan rasa santan, lengkuas mampu “menyelamatkan”.
-
Jinten
Jika ingin kuah nasi pindang memiliki sensasi hangat, maka rempah yang paling dibutuhkan adalah jintan. Penggunaannya tidak terlalu banyak karena sedikit saja sudah berhasil membuat hidangan beraroma lebih tajam dan agak smoky. Untuk membuat nasi pindang khas Kudus tradisional, penting untuk mengombinasikan kluwek bersama ketumbar dan jintan.
-
Terasi
Kuah nasi pindang Kudus agar jauh lebih sedap biasanya masih harus memakai terasi, namun tidak perlu terlalu banyak. Cukup gunakan dalam jumlah kecil karena tujuan utama hanya untuk menguatkan rasa gurih secara natural. Namun sebelum digunakan untuk membuat nasi pindang, terasi sebaiknya dibakar lebih dulu lalu haluskan agar bau tajamnya tidak menyengat.
-
Jahe
Nasi pindang Kudus enak belum lengkap jika belum pakai jahe karena rasa sedikit pedasnya berasal dari rempah tersebut. Jika menggunakan daging kerbau atau sapi, bau prengusnya tidak mengganggu penyantap hidangan ini berkat rasa hangat dan pedas alami jahe. Namun pemakaiannya secara umum hanya secukupnya supaya tidak terlalu dominan.
-
Daun Salam
Tanpa daun salam, aroma nasi pindang akan kurang dari sisi kekhasan Nusantaranya maka rempah satu ini tidak boleh ketinggalan. Daun salam sangat berpengaruh pada kuah nasi pindang agar terasa jauh lebih dalam dan gurih. Walau sering kali hanya dianggap sebagai bumbu pelengkap, rempah ini berperan penting dalam memberi kekhasan rasa pada kuahnya.
-
Serai
Bumbu nasi pindang Kudus yang nikmat juga tidak lepas dari pengaruh serai sebagai rempah wajibnya. Hidangan ini beraroma lebih harum dan memiliki kuah dengan rasa yang lebih ringan berkat serai yang wangi dan segar. Meski memakai santan, rasa gurih kuah nasi pindang lebih seimbang bersama dengan aroma daging dan kuatnya kluwek karena adanya serai.
Resep Mudah Nasi Pindang Khas Kudus
Anda mencari resep nasi pindang yang simpel tapi dijamin enak? Berikut sederet bahan dan bumbu yang perlu dihaluskan sekaligus cara membuat untuk dipraktikkan. Walau masakan ini tampak seperti rawon, bahan dan cara pembuatannya cukup berbeda seperti ini.
Bahan-bahan:
- Daging sapi ½ kg (cukup untuk 4 porsi) yang dipotong dadu 2×2 cm
- Santan 500 ml dengan tingkat kekentalan sedang
- Air 500 ml
- Daun melinjo 2 genggam yang bisa diambil daunnya saja (rebus lalu tiriskan dan peras)
Bumbu halus:
- Bawang putih 4 siung
- Bawang merah 5 siung
- Kluwek 3-4 butir (ketahui rasanya lebih dulu sebelum menggunakan, jika pahit sebaiknya tidak dipakai, rendam dalam air panas jika keras)
- Terasi goreng/bakar 1 sendok teh
- Ketumbar yang sudah disangrai 1 sendok makan
- Jinten yang sudah disangrai ¼ sendok teh
- Gula jawa disisir 1 sendok makan
- Kaldu bubuk 1 sendok teh
- Merica butiran ¼ sendok teh
- Garam 2 sendok teh
Bumbu lain:
- Daun salam 4 lembar
- Daun jeruk 3 lembar
- Serai 2 batang dimemarkan
- Jahe 1 ruas dipipihkan
- Lengkuas 2 ruas dipipihkan
- Minyak untuk menumis 2 sendok makan
- Air asam Jawa 2 sendok makan
Pelengkap:
- Bawang putih goreng untuk taburan
- Kerupuk kulit
- Sambal kecap
Cara membuat:
- Siapkan wajan dan tuang minyak ke dalamnya untuk mulai dipanaskan agar siap menumis.
- Tumis bumbu halus sampai wangi dan susul dengan bumbu lainnya seperti jahe dan lengkuas hingga daun jeruk serta daun salam. Jangan ketinggalan air asam Jawa dan serainya juga.
- Aduk agar semuanya tercampur rata, masak sampai daun bumbu layu dan bumbu matang (tapi jangan sampai terlalu layu dan matang).
- Masukkan daging lalu aduk sebelum menambahkan gula sekaligus garam dan kaldu bubuk.
- Jika ketiga bumbu sudah dimasukkan, aduk rata kembali lalu masak sampai daging sudah mulai empuk.
- Pindah tumisan dari wajan ke panci untuk kemudian dituang santan dan air ke dalamnya, masak sampai daging matang dan empuk.
- Koreksi rasa dan jika rasa sudah pas sesuai selera, angkat dari kompor dan hidangkan.
- Di piring saji silakan beri nasi dan daun melinjo yang ditata rapi, lalu siram dengan kuah pindang. Pakai kerupuk kulit dan sambal kecap lebih direkomendasikan.
Baca : Tumpeng Tradisional dalam Tradisi Jawa dan Upacara Keagamaan
Bagi para penggemar kuliner khas Jawa Tengah, nasi pindang Kudus merupakan sajian yang jangan sampai terlewatkan. Jika Anda tertarik menyajikan hidangan tradisional berkualitas seperti nasi pindang ini, Royal Tumpeng jawabannya. Siap melayani kebutuhan catering secara terpercaya, cukup pesan langsung di 0812-8760-8239 dan order@royaltumpeng.com.


