Royal Tumpeng

Home » Blog » Kenapa Dinamakan Nasi Tumpeng?

Kenapa Dinamakan Nasi Tumpeng?

Kenapa Dinamakan Nasi Tumpeng – Karena masakan ini bentuknya mirip kerucut atau tumpeng maka akhirnya dinamakan sebagai nasi tumpeng. Hidangan ini juga memiliki makna yang berkiblat pada pemikiran bahwa manusia harus hidup di jalan Tuhan. Tidak salah karena memang tumpeng memiliki makna filosofis mendalam yang sesuai dengan tradisi dan budaya Jawa.

Kenapa Dinamakan Nasi Tumpeng

Inilah Filosifi dan Simbol Yang Menjadi Alasan Kenapa Dinamakan Nasi Tumpeng

  • Filosofi

Dibalik kelezatan nasi tumpeng yang cukup populer digunakan di berbagai acara ternyata masakan ini memiliki filosofi yang sangat unik. Tumpeng ternyata berasal dari kepercayaan dalam masyarakat Jawa yang saat diartikan bermakna jika keluar maka harus bersungguh-sungguh.

Dari makna itulah yang dijadikan sebagai pengingat untuk masyarakat supaya selalu mengerjakan semua pekerjaan dengan sungguh-sungguh. Setiap langkah juga harus dilakukan dengan dedikasi dan tidak mudah menyerah.

Hal ini sesuai dengan semangat yang telah tertanam di dalam tradisi nasi tumpeng. Selain itu tumpeng memiliki singkatan yang artinya berkiblat pada pemikiran bahwa manusia harus hidup ke jalan Tuhan.

  • Simbol Kemakmuran dan Rasa Syukur

Alasan kenapa dinamakan nasi tumpeng karena tidak hanya sebagai menu makanan biasa saja. Ternyata nasi tumpeng juga mempunyai filosofis dan makna yang sangat sakral dalam budaya Indonesia.

Seperti bentuk kerucut pada nasi tumpeng yang melambangkan hubungan antara manusia dan Tuhannya. Tumpeng memiliki puncak yang menjulang tinggi sebagai simbol harapan pada kehidupan di masa depan agar jadi lebih baik.

Dalam tradisi pemotongan tumpeng biasanya dimulai dari memotong pada bagian puncaknya terlebih dahulu. Hal ini melambangkan harapan dan doa supaya acara yang diselenggarakan bisa berjalan dengan lancar.

Penyajian lauk pauk yang disertakan pada tumpeng juga ternyata tidak dilakukan dengan sembarangan. Nasi tumpeng menghidangkan 7 lauk yang ternyata memiliki artian di dalam bahasa Jawa dengan makna pertolongan.

Kenapa dinamakan nasi tumpeng karena secara keseluruhan masakan ini bukan hanya hidangan yang lezat saja. Nasi tumpeng juga menjadi simbol budaya yang sarat akan makna mendalam dan nilai luhur dalam tradisi.

 

Tumpeng Sebagai Wujud Rasa Syukur

Biasanya tumpeng akan dihadirkan pada perayaan tertentu karena memiliki makna yaitu menunjukkan rasa syukur pada Tuhan. Tumpeng seringkali digunakan di berbagai acara seperti syukuran dengan mengundang kerabat atau tetangga yang kemudian dilanjutkan dengan makan bersama.

Penyajian tumpeng dilengkapi nasi dan lauk pauk yang disusut dengan bentuk khusus yaitu kerucut sehingga dikenal dengan sebutan nasi tumpeng. Untuk nasinya sendiri yang digunakan biasanya adalah nasi kuning meskipun juga banyak yang menggunakan nasi uduk atau nasi putih biasa. Tumpeng merupakan warisan dari tradisi nenek moyang yang memiliki nilai dan makna yang tinggi  sebagai simbolisasi dengan sifatnya yang sakral.

Olahan nasi tumpeng identik dengan tradisi budaya selamatan yang sudah berjalan di Indonesia seperti di pulau Jawa dan Bali. Pada sebagian tumpeng yang memiliki bentuk kerucut menyimpan makna mengarah pada Tuhan sebagai pusat dari ungkapan rasa syukur.

Tumpeng juga digunakan di berbagai acara tasyakuran yang diselenggarakan oleh masyarakat di kedua pulau tersebut. Alasan penggunaannya dan alasan kenapa dinamakan nasi tumpeng berbentuk kerucut karena bentuknya mirip puncak gunung sebagai simbol kesuburan, keselamatan dan kesejahteraan.

Bentuk tumpeng yang menyerupai gunung melambangkan kemakmuran sejati yang diharapkan untuk turun ke dalam kehidupan manusia. Karena biasanya air yang berasal dari gunung akan mengalir untuk menghidupi tumbuh-tumbuhan di bawahnya.

Seperti tumbuhan yang berbentuk ribyong yang dikenal dengan sebutan semen atau semi dan memiliki arti untuk hidup serta tumbuh berkembang. Seluruh unsur itulah yang menjadi wujud perwakilan semua yang menjadi milik manusia akan dipersembahkan pada Tuhan.

Dalam Acara Apa Saja Masyarakat Indonesia Membuat Nasi Tumpeng

Nilai Budaya Yang Terkandung pada Nasi Tumpeng

  • Penghormatan Pada Leluhur

Tradisi penyajian nasi tumpeng ini dulunya berhubungan erat dengan ritual penghormatan pada para leluhur. Nasi tumpeng berbentuk kerucut sebagai lambang gunung suci yang menjadi tempat bersemayamnya para dewa atau para roh leluhur.

  • Wujud Rasa Syukur

Nasi tumpeng sekarang ini dijadikan sebagai simbol bentuk rasa syukur pada Tuhan atas karunia yang sudah diberikan kepada umatnya. Tradisi pemotongan dan pembagian nasi tumpeng itu sendiri digunakan untuk bentuk rasa syukur.

Dalam menikmati nasi tumpeng nantinya akan dibagikan kepada tamu undangan agar  bisa dimakan secara bersama-sama. Karena itulah nasi tumpeng juga digunakan sebagai simbol kerukunan dan kebersamaan.

Nasi Tumpeng Enak di Tangerang

Bahan Utama dan Cara Pembuatan

Proses pembuatan nasi tumpeng ini menggunakan bahan utama berupa beras dan daun pisang. Biasanya bahan tersebut bisa didapatkan dengan membelinya di pasar ataupun di warung.

Membuat nasi tumpeng sebenarnya mirip dengan menanak nasi biasa. Beras harus dicuci terlebih dahulu dengan air mengalir baru kemudian ditiriskan. Sediakan panci aluminium yang sudah ditambahkan air dan rebus hingga airnya mendidih. Kemudian, beras yang sudah ditiriskan dimasukkan dan dimasak sampai berasnya setengah matang.

Lalu beras dikukus menggunakan kukusan sampai benar-benar matang dan menjadi nasi. Setelah itu nasi yang sudah matang diangkat dan dicetak kemudian dibungkus menggunakan daun pisang yang sudah dilayukan terlebih dahulu bersama air panas.

Untuk menyajikan nasi tumpeng yang telah dibungkus menggunakan daun pisang adalah dengan ditempatkan di atas nampan atau tampah. Nasi tumpeng juga bisa disajikan bersama kue tradisional lainnya jika digunakan pada upacara tertentu. Selain itu perlengkapan nyirih yang setiap masing-masingnya dibungkus menggunakan daun pisang juga dapat menjadi pelengkap upacara.

Kelengkapan penyajian nasi tumpeng tersebut biasanya dilakukan pada beberapa acara sakral atau formal. Pasalnya untuk acara biasa maka nasi tumpeng tidak disajikan dengan pendamping yang selengkap itu hanya lauk-pauk biasa saja.

Infografik Menu Royal Tumpeng

Itulah alasan kenapa dinamakan nasi tumpeng yang memiliki bentuk khas berupa kerucut atau disebut juga sebagai tumpeng. Nasi tumpeng juga merupakan tradisi yang mengandung makna filosofis dalam budaya Jawa. Jika tertarik untuk menggunakan nasi tumpeng baik pada acara tradisional maupun acara biasa segera hubungi Royal Tumpeng di 0812.8760.8239 atau email ke order@royaltumpeng.com.

5/5 - (1 vote)
Related Posts
Tips Membuat Daging Gepuk yang Empuk, Gurih dan Lezat di Rumah

Tips Membuat Daging Gepuk yang Empuk – Daging adalah salah satu bahan makanan yang dapat dibuat berbagai macam menu. Daging Read more

5 Tips Acara Kantor Sukses dan Berkesan

Tips Acara Kantor - Untuk membuat acara kantor, memang banyak hal yang harus di pertimbangkan. Pasalnya acara kantor juga merupakan Read more

Macam-Macam Olahan Ayam Yang Menggugah Selera

Macam-macam Olahan Ayam yang menggugah Selera – Ayam merupakan salah satu bahan olahan yang bisa dimasak dan dibuat berbagai variasi Read more

Cara Membuat Nasi Goreng Vegetarian

Cara Membuat Nasi Goreng Vegetarian - Saat ini sudah banyak sekali orang yang mulai peka dengan kesehatan tubuhnya. Dari yang Read more

Share

Royal Tumpeng

Royal Tumpeng catering nasi tumpeng yang melayani pesan antar di Jakarta Bekasi Bogor Tangerang dan Depok. Menyediakan variasi nasi tumpeng, seperti tumpeng mini dan karakter. Diantar kurir berpengalaman, GRATIS ongkos kirim.