Pengiriman Catering – Banyak orang lebih fokus pada menu dan jumlah porsi saat memesan catering daripada proses dan waktu pengantarannya. Padahal, waktu pengantaran catering tidak bisa disepelekan supaya makanan datang tepat waktu dan tidak memengaruhi kesegaran makanan. Lalu, adakah cara menghitung waktu untuk pengantarannya?
Cara Mengatur Estimasi Pengiriman Catering secara Efektif dan Efisien
-
Menghitung Waktu Pengemasan dan Persiapan
Pengantaran catering tidak langsung menghitung waktu kirim karena adanya proses persiapan dari dapur. Waktu memasak per menu hingga pengemasan dan cek kualitas dan jumlah perlu ikut disertakan dalam perhitungan. Hal ini penting karena di catering ada perbedaan durasi antara menu prasmanan dan nasi box, flow kerja ikut berbeda tergantung jumlah orderan.
-
Menentukan Lokasi Pengiriman
Agar efektif dan efisien, estimasi waktu pengantaran catering juga wajib mempertimbangkan jarak dan lokasi pengiriman. Karena semakin jauh lokasi, otomatis semakin lama waktu yang diperlukan dalam mengantar makanan. Tidak hanya jauh dekat lokasi, kemudahan akses lokasi (apakah jalan sempit dan area padat) bisa ikut menentukan kelancaran pengiriman.
-
Mengatur Jam Pengiriman Berdasarkan Kondisi Lalu Lintas
Agar pengiriman catering tepat waktu, penting untuk menganalisa kondisi lalu lintas di jam-jam tertentu, khususnya jam rencana pengantaran. Kondisi jalan berpotensi sangat macet di jam-jam berangkat atau pulang kantor maupun sekolah di hari biasa. Atau, bisa juga terlalu padat dan ramai justru pada jam makan siang yang ditandai dengan peak order.
-
Mempertimbangkan Waktu Loading dan Unloading
Dalam mengurus pengantaran catering, hal lain yang tidak sebaiknya diabaikan adalah proses loading di dapur dan unloading sesampainya di lokasi. Hal ini tidak terkecuali proses pengaturan meja untuk sistem prasmanan. Proses pengelolaan dan distribusi catering sangat berdampak pada total waktu pengiriman, maka tambahkan waktu 20-60 menit untuk acara besar.
-
Menentukan Jenis Transportasi dan Cara Pengantaran
Estimasi waktu pengiriman catering akan lebih mudah dihitung jika jenis transportasi dan metode pengantarannya sudah ikut ditentukan. Kecepatan pengiriman seringkali tergantung dari jenis kendaraannya, apakah itu sepeda motor, mobil atau truk/mobil box. Pilih armada dengan menyesuaikan kapasitas makanan yang dibawa, misalnya seperti berikut:
- Pakai mobil box atau truk untuk membawa pesanan catering khusus untuk acara besar, namun otomatis loading lebih lama.
- Pakai mobil biasa untuk membawa pesanan catering dengan jumlah sedang hingga besar karena lebih stabil, namun pertimbangkan risiko macet.
- Pakai motor untuk kapasitas pengantaran catering jumlah kecil karena lebih cepat sampai di lokasi.
-
Mengantisipasi Faktor Eksternal
Sebelum membuat jadwal waktu pengiriman catering, pertimbangkan setiap faktor eksternal yang dapat berisiko menghambat. Cuaca tidak menentu seperti misalnya hujan atau kondisi ban kempes mendadak akan membuat pengantaran lebih lambat. Tambahkan estimasi minimal 10-20% waktu perjalanan untuk menghindari risiko makanan basi jika terlambat.
-
Memakai Perkiraan Waktu Pengiriman Berbasis Timeline
Agar pengantaran catering berjalan lancar dan makanan sampai di lokasi dalam kondisi baik, dibutuhkan perkiraan pengiriman berbasis timeline. Tidak ada waktu pasti untuk durasi pengantaran, namun estimasi akan lebih mendekati akurat jika seluruh alur dimasukkan. Mulai dari persiapan dan pengemasan, hingga loading, perjalanan dan unloading.
Strategi Pengiriman Makanan Panas dan Dingin dalam Bisnis Catering
-
Menggunakan Sistem Pengemasan Berbeda
Pengemasan biasa untuk makanan panas maupun dingin dapat berpengaruh pada kualitas jika pengantaran memakan waktu lama. Pengemasan dalam dunia catering bukan sekadar wadah, tapi juga alat pengontrol suhu makanan. Maka sebagai langkah antisipasi ketidaktepatan waktu sampainya, gunakan sistem pengemasan berbeda untuk makanan panas dan dingin.
- Untuk makanan panas, kemas dengan aluminium foil, thermal box, atau insulated bag.
- Untuk makanan dingin, kemas dengan insulated styrofoam, dry ice, atau ice pack.
-
Menjaga Suhu agar Makanan Aman
Jika melebihi durasi ideal pengiriman catering, makanan bisa tidak lagi segar dan kualitasnya menurun sesampainya di lokasi. Padahal, suhu merupakan kunci utama keamanan makanan sehingga zona bahaya 4-60 derajat Celsius harus dihindari agar bakteri tidak berkembang. Jaga makanan panas ≥ 60 derajat Celsius dan makanan dingin ≤ 4-5 derajat Celsius.
-
Memberi Batas Waktu Pengantaran
Kesegaran makanan dipertaruhkan jika ada keterlambatan dalam pengiriman; semakin lama di jalan akan semakin berisiko. Maka targetkan pengiriman makanan panas tidak lebih dari 45 menit agar kualitas tetap terjaga. Sedangkan untuk makanan dingin memerlukan cold chain jika lebih dari 2-4 jam perjalanan karena ideal pengantaran dalam kota kurang dari 2 jam.
-
Memisahkan Makanan Panas dan Dingin
Walau sudah dijadwalkan, waktu antar makanan bisa lebih cepat tapi juga bisa jauh lebih lambat. Maka supaya kualitas makanan tidak terpengaruh, hindari mencampur makanan panas dan dingin, karena yang panas akan “memanaskan” yang dingin. Sementara makanan yang dingin akan “mendinginkan” atau menurunkan suhu makanan yang panas.
-
Memakai Transportasi Khusus untuk Pengiriman Makanan
Pengantaran catering sebaiknya tidak dilakukan menggunakan sembarang jenis armada, tapi juga perlu memerhatikan food-gradenya. Penggunaan kendaraan khusus makanan lebih dianjurkan karena sisi kebersihan dan kehigienisannya lebih terjamin. Tipe kendaraan ini juga dirancang berpendingin untuk menyimpan makanan dingin sehingga tidak akan tercampur.
Pengiriman catering yang sukses dengan makanan sampai dalam kondisi terbaiknya butuh perencanaan estimasi waktu yang detail. Dan jika Anda ingin pesan catering tapi enggan main hitung-hitungan, serahkan langsung pada Royal Tumpeng. Hubungi kami di 0812-8760-8239 atau email ke order@royaltumpeng.com, dijamin pengantaran berjalan maksimal.


