Bumbu Nusantara – Bumbu masakan yang didapat dari rempah-rempah tanah air telah lama menjadi sebuah tradisi yang tidak bisa lepas dari masyarakat sampai sekarang. Bahkan rempah-rempah yang ada telah menjadi bagian dari budaya dan sejarah panjang bangsa Indonesia.
Rempah tradisional tersebut dahulunya juga menjadi alasan kenapa banyak bangsa-bangsa Eropa sampai berdatangan hingga menjajah. Ini juga jadi bukti bahwa rempah-rempah tidak hanya sekedar bumbu biasa, tapi juga kekayaan kuliner yang dipertahankan sampai sekarang.
Sejarah Bumbu Nusantara di Indonesia: Komoditas Dagang dan Identitas Bangsa
Bumbu nusantara Indonesia berupa variasi rempah yang tidak terbatas jenisnya dan bumbu ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Contohnya seperti pulau Maluku yang dulu dikenal sebagai pusat perhatian berbagai bangsa seperti Eropa.
Maluku yang dikenal sebagai “Spice Islands” ini jadi sumber utama lada, pala, dan cengkeh yang sangat berharga hingga menjadi incaran para pedagang di dunia. Rempah-rempah ini tidak hanya jadi komoditas perdagangan, namun juga menjadi cara interaksi antara bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya.
Bahkan rempah-rempah pada jaman dahulu tidak hanya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, tapi juga:
- Simbol status sosial apalagi bagi para kaum ningrat
- Berbagai ritual keagamaan
- Obat tradisional untuk berbagai penyakit
- Bahan pengawet makanan alami
Manfaatnya yang berlimpah membuat rempah-rempah ini banyak dilirik tidak hanya bangsa Eropa, tapi sampai bangsa India dan Arab. Mereka berbondong-bondong datang ke Indonesia, sampai akhirnya kedatangan bangsa Belanda dan Portugis juga dimotivasi oleh keinginan untuk menguasai rempah-rempah ini.
Selain itu, rempah-rempah juga menjadi identitas daerah misalnya Jawa yang dikenal dengan berbagai masakan rasa manis dari bumbu nusantara yang dipakai. Sementara itu Sumatera lebih identik dengan bumbu yang berasa kuat dan pekat misalnya yang digunakan pada masakan rendang.
Rempah-rempah Sebagai Tradisi dan Budaya Tanah Air
Di Indonesia, rempah-rempah tidak hanya membuat rasa masakan jadi lebih enak tapi ada makna tradisi dan budaya di tengah-tengah bangsa. Alasan kenapa rempah-rempah bisa menjadi sebuah tradisi di tanah air:
- Bumbu nusantara di Indonesia telah lama menjadi warisan turun-temurun dari generasi ke generasi dalam bentuk resep keluarga yang diteruskan ke anak cucu.
- Menjadi simbol dengan makna tertentu, misalnya kunyit untuk nasi tumpeng kuning jadi simbol kekayaan dan kemakmuran.
- Kaitan dengan ritual adat dan keagamaan misalnya masakan tradisional yang diolah dengan rempah/bumbu tertentu dalam acara tahlilan, aqiqahan, atau 7 bulanan.
Karena itulah bumbu nusantara di masyarakat kita masih bertahan sampai sekarang dan bahkan di jaman modern ini sudah dipasarkan hingga ke luar negeri.
Contoh Tradisi: Nasi Tumpeng Sebagai Simbol Bumbu Nusantara
Salah satu contoh hubungan antara bumbu nusantara dengan tradisi masyarakat Indonesia yaitu pada masakan tradisional seperti nasi tumpeng. Nasi tumpeng ini memiliki makna yang mendalam dan sering dihadirkan pada berbagai acara syukuran atau hajatan.
Nasi tumpeng diolah dari berbagai bumbu rempah nusantara seperti kunyit, ketumbar, cabai, bawang, dan sebagainya. Bahkan tidak hanya nasi gurihnya, tapi juga berbagai lauk pauknya menggunakan bumbu rempah.
Nasi tumpeng seperti yang ada pada Royal Tumpeng misalnya, hingga kini banyak dipesan untuk acara-acara seperti: ulang tahun, perayaan kemerdekaan, hari Kartini, lebaran, lamaran, pernikahan, grand opening, wisuda, dll.
Hal ini karena nasi tumpeng dapat menjadi perlambang rasa syukur kepada Tuhan sekaligus doa dan harapan agar manusia senantiasa hidup makmur. Jadi tumpeng yang dibumbui rempah-rempah nusantara, bukan hanya sekedar makanan acara saja, tapi juga representasi kekayaan rempah serta tradisi Indonesia.
Ada Rahasia Mengolah Bumbu atau Rempah Nusantara
Banyak dari masyarakat tanah air menggunakan berbagai teknik rahasia untuk memanfaatkan bumbu atau rempah nusantara secara maksimal, misalnya:
-
Mengombinasikan beberapa bumbu
Masakan nusantara terlebih lagi masakan tradisional jarang menggunakan satu macam rempah saja, tapi biasanya kombinasi dari beberapa bumbu. Misalnya saat mengolah rendang, maka digunakan bumbu serai, daun jeruk, lengkuas, dan santan. Bumbu-bumbu ini digunakan untuk menciptakan berbagai rasa manis, gurih, pedas, dan supaya mengeluarkan aroma rasa harum.
-
Menggunakan teknik menumis untuk bumbu dasar
Inilah rahasia alami saat mengolah masakan nusantara menggunakan berbagai bumbu rempah, yaitu biasanya bumbu ditumis terlebih dahulu. Kadang perlu juga dihaluskan dan baru ditumis kemudian dengan minyak goreng sedikit sampai berbau harum.
Manfaat yang didapat dari teknis ‘ditumis dahulu’ ini yaitu:
- Untuk mengurangi rasa mentah atau bau prengus (terutama pada daging-dagingan)
- Mengeluarkan aroma rempah supaya harumnya makin kuat
- Sebagai pengawet alami karena menumis bumbu sampai minyaknya keluar akan membantu mengurangi kadar air. Masakan jadi tidak cepat basi nanti.
Selain itu menumis bumbu-bumbu tersebut juga akan membuat rasa masakan jadi lebih gurih dan enak.
-
Bisa memakai bumbu dalam kondisi masih segar
Di Indonesia, bumbu juga dapat dipakai dalam kondisi masih fresh atau segar, daripada dalam kondisi bumbu kering atau sudah ditumis. Misalnya daun pandan, daun salam, atau kemangi serta cabai.
Bumbu-bumbu di atas sengaja digunakan dalam kondisi masih mentah atau segar agar aroma makanan lebih kuat.
Pesan Masakan dengan Berbagai Bumbu Alami Dari Indonesia
Percayakan masakan-masakan tradisional dan modern dengan berbagai bumbu rempah asli Indonesia di Royal Tumpeng. Kami adalah jasa catering berpengalaman dalam menggunakan berbagai bumbu nusantara untuk memberikan masakan catering yang dijamin enak, halal, dan disukai oleh banyak orang.
Jika ingin pesan masakan yang kental dengan budaya bangsa, maka jangan ragu untuk order langsung di Royal Tumpeng melalui 0812 8760 8239 atau email di order@royaltumpeng.com.




