Syukuran Tujuh Bulanan

Syukuran Tujuh Bulanan – Tujuh bulanan merupakan salah satu tradisi adat Jawa yang biasanya disebut dengan mitoni. Mitoni sendiri adalah tradisi untuk merayakan usia kehamilan yang ke tujuh bulan. Dengan merayakan hal ini, diharapkan persalinan akan lancar dengan kondisi ibu dan anak yang selamat dan sehat.

Syukuran Tujuh Bulanan

Hal tersebut dikarenakan tujuh memiliki arti pitulung di Jawa yang memiliki arti pertolongan. Untuk merayakan tradisi mitoni tersebut, tentunya ada beberapa proses yang harus dilaksanakan. Berikut berbagai proses mitoni.

10 Prosesi Yang Ada di Acara Mitoni atau Syukuran Tujuh Bulanan

  • Memohon Restu atau Sungkeman

Sungkeman merupakan proses awal dari tradisi mitoni yang mana calon ibu dan ayah baru meminta restu kepada kedua orang tua. Dengan dimulai meminta restu kepada orang tua calon ibu dan kemudian ke orang tua calon ayah. Proses tersebut bermaksud untuk memohon doa kepada orang tua agar proses persalinan kelak dapat berjalan lancar dan selamat.

  • Membersihkan Diri dengan Siraman

Setelah melakukan sungkeman, proses kedua ialah siraman. Siraman sendiri merupakan tradisi membersihkan diri baik jiwa ataupun fisik. Biasanya air siraman di dapat dengan mengambil air dari tujuh sumber dan diberi bunga tujuh rupa.

Prosesi siraman ini umumnya calon ibu memakai kemben batik dan diantarkan menuju area siraman. Kemudian siraman dilakukan oleh ayah lalu ibu dan disusul oleh sesepuh dan orang tua dari pihak suami atau calon ayah. Proses siraman ini bertujuan untuk membersihkan dosa-dosa sehingga kelak proses persalinan dapat berjalan dengan lancar.

  • Menjatuhkan Telur

Ritual syukuran tujuh bulanan berikutnya ialah memecahkan telur. Telur yang digunakan haruslah telur ayam kampung dan sebelumnya dipecahkan, telur harus ditempelkan ke perut calon ibu.

Kemudian telur dijatuhkan dengan melewati kain yang dililitkan secara longgar pada perut ibu. Proses yang satu ini juga menyimpan arti. Bila telur yang dijatuhkan tersebut pecah maka hal tersebut dapat menjadi pertanda bahwa persalinan akan berjalan dengan lancar.

  • Melepas Janur

Sebelumnya ikatan janur akan dililitkan ke perut calon ibu, kemudian suami akan berusaha untuk melepas atau memutus ikatan janur tersebut. Setelah lilitan janur dilepas, calon ayah harus membuang janur tersebut ke area yang jauh dari rumah.

Lilitan janur tersebut disimbolkan sebagai penghalang yang mempersulit keluarnya bayi. Maka dari itu harus dilepas dan dibuang ke tempat yang jauh agar bayi dapat keluar dengan selamat tanpa halangan apa pun.

  • Meluncurkan Kelapa

Proses ini biasanya disebut dengan brojolan. Brojolan sendiri memiliki arti yang sama dengan melahirkan. Proses ini dibuat seakan calon ibu seperti melahirkan dengan meluncurkan kelapa melalui sarung yang sudah direnggangkan.

Kemudian calon ayah siap-siap meluncurkan kelapa yang akan diterima oleh ibu dari salah satu pihak calon orang tua. Untuk kelapanya sendiri biasanya menggunakan kelapa muda yang berwarna gading dan telah dilukisi dengan gambar Kamajaya dan Dewi Ratih.

  • Membelah Kelapa

Setelah melakukan proses meluncurkan kelapa, hal berikutnya ialah membelahnya. Pada saat kegiatan ini calon ayah akan disuruh untuk membelah kelapa tersebut. Dengan membelah kelapa dapat menjadi simbol terkait jenis kelamin sang anak.

Pasalnya banyak yang meyakini bila kelapa yang dibelah memuncratkan air, kemungkinan calon jabang bayi berkelamin laki-laki. Namun bila saat dibelah, air kelapa mrembes maka kemungkinan besar bayi yang dikandung berkelamin perempuan.

  • Mengganti Busana

Proses berikutnya ialah mengganti busana. Calon ibu harus mengenakan busana sampai 7 kali dengan motif busana yang berjumlah tujuh. Motif busana tersebut biasanya diambil dari tujuh macam batik yang berbeda. Dengan menggunakan busana tersebut, diharapkan anak yang dikandung memiliki kehidupan yang penuh berkah sesuai dengan makna motif yang dipakai.

  • Dagang Rujak

Sang calon ibu akan diminta untuk berjualan rujak yang terdiri dari 7 macam buah. Kemudian para tamu akan membelinya dengan menggunakan uang yang berasal dari genteng tanah liat.

  • Syukuran Tumpeng

Setelah semua proses selesai, untuk mengucapkan syukur telah terlaksananya kegiatan mitoni ini dengan lancar. Keluarga akan merayakannya dengan menggunakan tumpeng yang diawali dengan pemotongan puncak tumpeng oleh calon ayah. Kemudian calon ayah akan menyuapi istrinya sebagai syarat untuk memenuhi kewajibannya sebagai suami.

Aneka Macam Menu Makanan Untuk Acara Tujuh Bulanan

Selain banyaknya ritual atau proses, tips syukuran tujuh bulanan juga harus menyediakan berbagai macam makanan. Selain digunakan untuk menyediakan para tamu, makanan ini juga menjadi simbol dalam proses mitoni. Berikut berbagai macam makanan untuk acara tujuh bulanan.

  • Jajanan Basah

Saat acara mitoni tentunya harus ada jajanan basah. Jajanan basah sendiri juga harus memiliki 7 macam jajanan. Anda bisa menggunakan jajanan basah seperti lemper, kue lumpur, nagasari, onde-onde dan lainnya.

  • Bubur

Selain jajanan basah yang memiliki 7 macam, bubur untuk kegiatan mitoni juga harus memiliki kombinasi yang berjumlahkan tujuh macam. Bubur ini biasanya terdiri dari bubur merah dan putih dengan teknik penempatan yang berbeda. Ada yang dipisahkan, disilang, ditumpang dan kemudian ditambah dengan bubur baro-baro yang memiliki taburan kelapa dan gula merah sebagai toppingnya.

  • Tumpeng

Tumpeng yang digunakan dalam acara ini biasanya memiliki tujuh warna yang terdiri dari hijau, kuning, putih dan lainnya. Nasi Tumpeng 7 warna ini biasanya dilengkapi dengan aneka lauk pauk seperti ayam dan ikan. Tak lupa juga berbagai sayuran seperti urap-urap, kacang panjang dan tauge juga dihidangkan dalam nasi tumpeng ini.

  • Nasi Megono

Selain tumpeng, acara mitoni juga umumnya menyediakan nasi megono. Nasi megono biasanya terbuat dari nasi putih yang dicampuri dengan bumbu dan cacahan nangka. Nasi megono umumnya disajikan dengan menggunakan daun pisang sebagai bungkusnya. Nasi megono ini biasanya juga dihidangkan dengan lauk-pauk berupa mendoan, ikan asin, daging dan lainnya.

  • Tumpeng Nasi Putih

Selain menggunakan nasi tumpeng tujuh warna, untuk merayakan syukuran tujuh bulanan terlengkap biasanya juga terdapat hidangan tumpeng nasi putih. Tumpeng nasi putih ini harus memiliki ukuran besar karena nasi ini akan dibagikan kepada orang-orang atau tamu yang hadir.

  • Ketan

Ketan merupakan jajanan yang terbuat dari beras ketan yang dikukus. Dalam acara mitoni, ketan merupakan makanan yang wajib hadir. Biasanya ketan akan dihiasi dengan berbagai macam warna dari putih hingga kuning untuk memperingati proses tujuh bulanan

Bila Anda ingin menggelar acara syukuran tujuh bulanan, jangan lupa untuk menyimak urutan prosesi atau ritual di atas. Simak juga berbagai makanan yang wajib untuk acara mitoni yang bisa dijadikan sebagai referensi. Lalu untuk urusan makanan dan tumpeng dengan segala macam jenis dan ukuran bisa langsung saja memanfaatkan jasa catering terpercaya.

Bila ingin mengadakan syukuran mitoni, Anda bisa memanfaatkan jasa katering dari Royal Tumpeng. Hubungi CS kami di 0812.8760.8239 atau email ke order@royaltumpeng.com. Dengan memanfaatkan jasa kami tentunya tumpeng dengan segala macam jenis akan disiapkan sesuai permintaan.

[Total: 1 Average: 5]