Royal Tumpeng

Home » Blog » Sejarah dan Makna di Balik Nasi Tumpeng

Sejarah dan Makna di Balik Nasi Tumpeng

Sejarah Nasi Tumpeng – Sebagai orang Indonesia tentu sudah familier dengan hidangan yang satu ini karena memang sarat dengan budaya serta mengandung nilai spiritual yang mendalam. Ternyata hal itu terjadi tidak kebetulan melainkan karena ada dasar sejarahnya yang panjang sejak zaman dulu kala.

Sejarah Nasi Tumpeng

Sejarah Nasi Tumpeng di Setiap Era Budaya Indonesia

  • Era animisme-dinamisme

Bahkan sebelum ada agama di Indonesia tumpeng juga sudah ada bahkan sering dijadikan sebagai bentuk persembahan. Pada masa itu masyarakat masih menyembah dewa serta leluhur yang dipercaya berdiam di atas gunung-gunung besar.

Karena itulah diciptakan tumpeng yang bentuknya mirip dengan gunung tempat tinggal mereka tersebut. Kemudian tumpeng tersebut akan dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan dari masyarakat sekitar untuk menunjukkan hubungan yang baik dengan alam.

  • Era Hindu-Buddha

Asal usul nasi tumpeng berlanjut di abad ke-4 Masehi saat agama mulai masuk terutama Hindu-Buddha yang kemudian mengubah makna yang terkandung dalam nasi tumpeng. Menurut kosmologi dari agama yang berkembang saat itu Mahameru oleh masyarakat sekitar diyakini merupakan pusat dari alam semesta.

Karena itulah tumpeng kemudian digunakan dalam berbagai upacara selamatan sehingga maknanya tidak hanyalah makanan saja namun sudah menjadi item penting dalam ritual. Penggunaannya digunakan untuk menunjukkan rasa syukur, memohon keselamatan serta pengharapan masyarakat untuk sejahtera.

  • Era Islam Jawa

Ternyata perkembangan sejarah nasi tumpeng tidak berhenti di situ saja namun lanjut sampai abad-15 saat Islam mulai memasuki negeri ini. Walisongo yang saat itu merupakan pendakwah yang dihormati tidak semerta-merta menghapuskan panganan yang sudah ada turun temurun ini.

Justru sebaliknya mereka mengadaptasinya menurut ajaran Islam sehingga dapat menyatu dengan budaya lokal. Mulai sejak itu bentuk kerucutnya digunakan sebagai penggambaran hubungan vertikal dari manusia dengan Tuhan.

Sedangkan hubungan horizontalnya digambarkan oleh berbagai lauk yang ditaruh di sekeliling hidangan tradisional ini. Bahkan tumpeng mulai digunakan pada berbagai acara keagamaan seperti kenduri di mana masyarakat akan makan bersama-sama.

  • Sejarah Nama

Dalam sejarah tumpeng Jawa nama masakan ini juga memiliki arti penting terutama setelah era Islam Jawa di mana namanya dimaknai menjadi: “Yen meTu kudu meMpeng”. Melalui nama tersebut diharapkan bahwa manusia setiap akan melakukan sesuatu harus dengan sungguh-sungguh dengan berkeyakinan pada Tuhan.

Makna nama lain yang sering muncul seperti “Tumungkula sing mempeng” yang menggambarkan bagaimana manusia harus sungguh-sungguh saat menyembah Tuhan. Kedua makna nama tersebut sangat popular sbagai akronim yang dibagikan secara lisan di masyarakat Jawa.

Berbagai Simbol Yang Terkandung Dalam Nasi Tumpeng Beserta Maknanya

  • Pilihan Warna

Hidangan tradisional ini biasanya dibuat menggunakan nasi yang diberi warna putih atau kuning yang memiliki makna berbeda, seperti:

  • Kuning: lambang dari kemakmuran, kekayaan serta keluhuran moral.
  • Putih: niat bersih serta kesucian sehingga jenis ini sering digunakan untuk ritual keagamaan.
  • Warna lain: di zaman modern masyarakat sudah bisa menggunakan berbagai warna lain untuk membuat nasi tumpeng seperti merah-putih sebagai lambing bendera.

 

  • Lauk

Menurut sejarah nasi tumpeng saat disajikan masakan ini akan dikelilingi oleh beragam lauk yang ternyata juga memiliki gambaran masing-masing sehingga makin memperkaya maknanya seperti:

  • Ayam Ingkung: lauk ini dimasak dengan cara diikat sehingga bentuknya seperti sedang meringkuk sehingga terlihat seperti orang yang sedang bersujud. Karena itulah lauk ini sering dimaknai sebagai sikap menyembah sehingga saat datang kepada Tuhan harus sujud dengan hati tulus.
  • Ikan lele: jenis ikan yang bisa bertahan hidup meskipun airnya kotor sehingga sering digunakan sebagai gambaran ketabahan hidup.
  • Ikan teri: secara alami jenis ikan ini hidup dalam komunal yang berukuran besar sehingga memiliki makna masyarakat yang hidupnya bergotong-royong
  • Telur rebus: biasanya disajikan tanpa dikupas untuk menggambarkan saat akan melakukan sesuatu harus direncanakan dulu dengan matang.
  • Urap: merupakan perpaduan dari berbagai macam sayuran yang kemudian disajikan dengan kelapa parut untuk menggambarkan kemampuan menafkahi keluarga serta hidup dalam keharmonisan
  • Kacang panjang: Sebagai gambaran umur yang panjang serta cara berpikir yang panjang ke depan
  • Kangkung: dalam Bahasa Jawa nama sayuran ini asalnya adalah kata jinakgkung yang diterjemahkan sebagai “tercapai” sehingga menggambarkan agar doa dan harapan akan tercapai.
  • Cabai merah: biasanya ditaruh dibagian puncak dari tumpeng untuk menggambarkan pencahayaan yang menerangi masyarakat sekitarnya.

 

  • Cara Memotong

Tidak banyak orang yang tahu namun ternyata cara memotong tumpeng cukup beragam karena disesuaikan dengan makna filosofisnya yaitu:

  • Disendok dari bawah: digunakan secara tradisional karena menggambarkan rezeki yang mengalir dari bagian bawah sehingga diharapkan masyarakat harus bersatu untuk mendapatkan perlindungan Tuhan.
  • Dipotong puncaknya: cara yang lebih modern meski sering dianggap kurang tepat karena bagian puncak merupakan gambaran Tuhan. Namun cara ini sering digunakan sebagai bentuk penghormatan sehingga bagian puncaknya akan diberikan pada orang yang diistimewakan dalam acara tersebut.

 

  • Perayaan

Nasi tumpeng juga sering dimaknai berbeda tergantung dari perayaan yang sedang dilakukan saat itu. Biasanya pada acara tradisional seperti khitanan, pernikahan, dan syukuran maka hidangan ini akan digunakan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan.

Nasi Tumpeng Berasal dari Daerah Apa

Jika dilihat dari sejarah nasi tumpeng maka bisa ditemukan berbagai makna yang berkaitan dengan filosofi serta spiritual masyarakat yang ada di berbagai era. Namun saat ini di era yang lebih modern penggunaannya sudah lebih luas lagi karena sudah lebih bebas dan boleh dihidangkan tidak hanya di acara tradisional atau ritual adat saja. Jika tertarik bisa memesannya di Royal Tumpeng dengan menghubungi 0812-8760-8239 atau email order@royaltumpeng.com.

5/5 - (1 vote)
Related Posts
Nasi Tumpeng Jakarta

Nasi Tumpeng Jakarta | Kita semua pasti sudah paham mengenai bagaimana pentingnya perayaan syukuran bagi acara tertentu. Kenyataannya negara kita Read more

Pesan Nasi Tumpeng Lengkap di Jakarta

Pesan Nasi Tumpeng Lengkap di Jakarta - Sekarang ini sudah banyak sekali orang yang ingin memesan nasi tumpeng lengkap di Jakarta Read more

Nasi Tumpeng Untuk Ulang Tahun

Nasi Tumpeng Untuk Ulang Tahun | Bila berbicara mengenai nasi tumpeng, sudah pasti tiap orang memiliki pengetahuan yang berbeda-beda. Faktanya Read more

Pesan Nasi Tumpeng Cantik di Jakarta

Pesan Nasi Tumpeng Cantik di Jakarta | Bila dalam waktu dekat ini Anda berencana untuk mencari jasa pesan nasi tumpeng cantik Read more

Share

Royal Tumpeng

Royal Tumpeng catering nasi tumpeng yang melayani pesan antar di Jakarta Bekasi Bogor Tangerang dan Depok. Menyediakan variasi nasi tumpeng, seperti tumpeng mini dan karakter. Diantar kurir berpengalaman, GRATIS ongkos kirim.