Kenapa Nasi Kebuli Mahal – Siapa yang tidak familiar dengan kuliner khas Indonesia bernama nasi kebuli yang memiliki rasa super gurih dengan lauk pendamping yang sangat menggoda selera. Akan tetapi, harganya yang cukup mahal membuatnya tak bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat terutama untuk beberapa variasi yang menggunakan bahan tertentu.

Kenapa Nasi Kebuli Mahal Ternyata Inilah Alasannya!
-
Penggunaan Daging sebagai Lauk Pendamping
Ciri khas dari nasi kebuli adalah penggunaan daging sebagai lauk pendamping yang biasanya berasal dari dari kambing atau sapi. Dengan rasa yang khas dengan tekstur lembut, penggunaan daging akan membuat hidangan nasi kebuli terasa lebih sempurna dalam setiap suapannya. Akan tetapi, penggunaan daging inilah yang ternyata menjadi salah satu alasan kenapa nasi kebuli mahal karena harga dagingnya sendiri baik kambing ataupun sapi cenderung lebih mahal.
Tak hanya itu, proses memasaknya yang harus diberikan perhatian khusus membuatnya menjadi mahal karena skill yang diperlukan tidak main-main. Akan tetapi jika ingin lebih menekan biaya Anda bisa menggunakan daging ayam atau ikan yang cenderung lebih murah. Tak hanya itu Anda bisa menggunakan telur ayam atau protein nabati seperti tahu dan tempe jika ingin variasi dengan harga yang lebih terjangkau.
-
Rempah yang Digunakan Bisa Saja Langka
Tak hanya daging, komponen penting pada nasi kebuli adalah rempah-rempah. Hal ini akan memberikan variasi rasa yang sangat penting pada hidangan. Penggunaan rempah-rempah tak semuanya tersedia secara lokal dengan proses pengimporan beberapa rempah eksotis membuat harga nasi kebuli tidak semurah nasi-nasi pada umumnya.
Tak hanya itu, nasi kebuli premium biasa menggunakan saffron sebagai salah satu rempah utama karena dapat memberikan aroma khas yang mewah dengan warna kuning keemasan yang cantik. Tak heran jika saffron disebut sebagai rempah paling mahal yang juga akan menaikkan harga masakan ini.
-
Tahapan Memasaknya yang Lama dan Cukup Rumit
Proses memasak hidangan ini tidak sebentar dan membutuhkan banyak bahan mulai dari beras basmati, minyak samin, kaldu daging dan rempah-rempah menjadi faktor kenapa nasi kebuli mahal. Masakan ini membutuhkan waktu memasak yang lama agar semua bumbu yang digunakan dapat meresap dalam setiap butiran nasi.
Tak hanya itu, teknik khusus seperti layering, dengan memasak nasi dan daging secara bertahap juga menambahkan tingkat kesulitan. Nasi kebuli juga sering dimasak dengan metode dum cooking atau memasak dalam api kecil dengan wadah tertutup rapat sehingga akan menambahkan biaya seperti gas dan waktu yang dibutuhkan.
-
Penggunaan Minyak Samin
Aroma yang khas dan pekat dalam nasi kebuli salah satunya adalah berkat penggunaan minyak samin yang akan menghasikan tekstur licin dan berminyak. Minyak ini merupakan minyak yang jarang tersedia secara lokal sehingga memiliki harga yang mahal karena harus diimport dari luar negeri.
-
Beras Basmati yang Terkenal Berkualitas Tinggi
Nasi kebuli bisa menggunakan beras biasa tetapi paling sering ditemukan penggunaan beras basmati sebagai bahan utamanya. Beras ini memiliki butiran yang panjang dan sifat yang tidak mudah lengket sehingga sangat cocok digunakan untuk memasak masakan ini. Akan tetapi memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan beras lain karena biasanya harus diimpor dan memiliki kualitas premium.
-
Kaldu Daging yang Susah Mendapatkannya
Rahasia kenapa nasi kebuli mahal lainnya adalah penggunaan kaldu untuk memperkaya rasa dari nasi kebuli. Kaldu terbuat dari daging dan tulang yang dimasak dalam waktu yang lama tentu akan membuat biaya produksi tinggi karena penggunaan gas sebagai bahan bakar akan cepat menjadi habis.

Variasi Nasi Kebuli yang Harganya Cukup Terjangkau
-
Variasi Daging Ayam
Apabila Anda ingin menekan biaya produksi dari nasi kebuli, ganti daging kambing sebagai lauk pendamping menjadi daging ayam. Hal itu dikarenakan cara pengolahan daging ayam tidak sesulit daging kambing yang memerlukan teknik khusus agar bisa empuk. Tak hanya itu, daging ayam juga lebih mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang masih tergolong standar.
-
Varian Vegetarian
Untuk yang tidak menyukai segala jenis protein hewani, nasi kebuli tetap bisa dinikmati dengan lezat Anda bisa menggunakan lauk tahu dan tempe dengan harga yang lebih murah. Selain itu bisa menggunakan olahan sayur seperti tumisan atau sayur lodeh untuk Anda yang menginginkan santapan yang terasa lebih menyegarkan.
-
Varian Teri Medan
Penggunaan teri juga bisa menjadi alternatif apabila harga daging ayam masih dirasa mahal atau saat bahan tersebut sulit ditemukan. Ikan teri ini memiliki harga yang lebih murah dengan jumlah yang lebih banyak sehingga biaya yang dikeluarkan bisa lebih terjangkau. Goreng ikan hingga kering sebelum dimakan bersama nasi kebuli untuk menghasilkan rasa asin dan gurih yang sangat sempurna.
-
Varian Telur
Agar kebutuhan protein hewani tetap tercukupi dengan harga yang tidak semahal daging kambing Anda bisa membuat versi hemat dengan menggunakan telur ayam. Anda bisa mengkreasikan telur dari yang sederhana seperti telur goreng hingga olahan seperti telur bumbu kecap atau balado.
Sekarang Anda sudah mengetahui kenapa nasi kebuli mahal yang ternyata disebabkan oleh beberapa faktor seperti bahan sampai teknik memasaknya. Namun banyaknya variasi menu lauk pendamping yang ada bisa menjadi salah satu solusi untuk masyarakat. Hal itu dikarenakan nasi kebuli pada dasarnya cocok dimakan dengan berbagai lauk, baik yang mengandung protein hewani maupun nabati. Karena itulah coba untuk menghidangkan masakan ini pada acara yang Anda selenggarakan segera hubungi Royal Tumpeng di 0812.8760.8239 atau email ke order@royaltumpeng.com untuk memesan paket nasi kebuli yang diinginkan.