Kenapa Nasi Tumpeng Berbentuk Kerucut – Makanan ini acap kali ditemui di beberapa acara atau upacara adat di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Namun banyak orang yang mungkin bertanya dari antara sekian banyak bentuk yang ada kenapa bentuknya harus kerucut?
Kenapa Nasi Tumpeng Berbentuk Kerucut?
Awalnya tradisi yang satu ini asalnya dari leluhur negeri ini yang mengagungkan pegunungan sebagai tempat tinggal para dewa atau arwah leluhur. Lalu timbullah filosofi yang melambangkan bentuk nasi tumpeng ini untuk persembahan atau sesajen harus seperti gunung yang diyakini menjadi tempat bersemayamnya para arwah leluhur yang suci.
Masyarakat Jawa pada saat itu banyak memeluk agama Hindu membuat nasi tumpeng bentuknya kerucut layaknya gunung. Berdasarkan keyakinan mereka, gunung diyakini sebagai tempat tinggal para dewa dan dewi. Nasi tumpeng juga mempunyai arti yang sangat mendalam selain bentuknya yang seperti gunung. Maknanya adalah mewakili hubungan antara manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
Ciri Khas Nasi Tumpeng
Nasi tumpeng memang identik dengan warna kuning. Tetapi pada awalnya nasi tumpeng ini berwarna putih. Ada makna tersendiri dibalik warna putih yaitu bersih, putih dan kesucian. Pada umumnya, nasi tumpeng didesain seunik mungkin dengan berlapis daun pisang. Selain itu terdapat beragam jenis sayuran dan lauk-pauk di sekelilingnya yang berfungsi sebagai hiasan.
Warna kuning pada nasi tumpeng merupakan simbol rezeki, kekayaan dan kesejahteraan untuk upacara adat yang bersifat suka cita. Oleh karena itu, nasi kuning ini acap kali disajikan pada acara kelahiran, pernikahan dan acara lain yang bersifat suka cita.
Kenapa nasi tumpeng berbentuk kerucut saat menghiasnya? Ketika menghias nasi tumpeng beserta sayur-mayur dan lauk-pauk terdapat ketentuan tersendiri yaitu jumlahnya tujuh. Angka tujuh dipilih karena berhubungan dengan makna angka tujuh dalam Bahasa Jawa yang disebut sebagai pitu yang juga bisa diartikan sebagai pitulungan. Sedangkan kata pitulungan jika menggunakan Bahasa Indonesia maka memiliki makna pertolongan.
Terdapat nasi tumpeng yang menyajikan lauk-pauk yang memiliki makna khusus seperti Ayam Ingkung. Masakan ini sendiri merupakan ayam utuh yang masaknya menggunakan bumbu opor. Ingkung artinya adalah Ikatan atau Belenggu dalam bahasa Jawa. Maksudnya manusia harus memiliki sifat pasrah atas kuasa Tuhan.
Lalu nasi tumpeng tentu saja dilengkapi dengan sayur-sayuran yang juga memiliki makna kekuatan, pertimbangan dan perlindungan agar terhindar dari hal-hal yang buruk dalam kehidupan ini.
Cara Membuat Nasi Agar Bentuknya Tidak Buyar
-
Pilihlah Beras yang Pulen
Sangat penting untuk memilih beras yang pulen ketika akan memasak nasi tumpeng. Jika menggunakan nasi pera, maka hasilnya akan buyar. Nasinya harus dalam kondisi setengah hangat atau dingin. Jangan sampai nasi panas karena akan menempel satu sama lain.
-
Oleskan Bagian Dalam Loyang dengan Margarin
Kenapa nasi tumpeng berbentuk kerucut? Tentu saja karena cetakannya juga kerucut. Sebelum memasukkan nasi cetakan atau Loyang tumpeng wajib dioleskan margarin terlebih dulu. Hal tersebut untuk mencegah agar nasi tidak menempel di loyang atau cetakan tumpeng. Selain untuk membuat tidak menempel, margarin juga bisa membuat nasi tumpeng menjadi wangi.
-
Nasi Dipadatkan di Dalam Loyang
Padatkan nasi di dalam cetakan atau loyang dengan cara menekannya dengan kuat. Tujuannya adalah ketika nasi dikeluarkan tidak buyar. Jika menggunakan cetakan yang tipis, cetakan tersebut bisa saja jebol jika menekannya terlalu kuat. Sangat dianjurkan untuk menggunakan sarung plastik terlebih dulu sebelum ditempatkan di tampah.
Tips Mencetak Nasi Agar Tidak Retak
Ketika akan membuat nasi tumpeng untuk sebuah acara besar, tentu saja Anda ingin hasil yang sempurna bukan? Anda tentu saja tidak ingin mendapatkan hasil nasi tumpeng yang retak dan tidak kokoh. Untuk menghindari hal itu, terdapat beberapa tips yang harus diperhatikan.
Kenapa nasi tumpeng berbentuk kerucut tidak mudah retak? Kekokohan dan kepadatan nasi tumpeng memang merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Nasi yang sudah dibuat jangan sampai retak. Apalagi ketika nasi tumpeng tersebut akan diantar secara langsung ke lokasi acara dan waktu yang dihabiskan di perjalanan cukup jauh.
Biasanya untuk membuat nasi tumpeng yang kokoh dan tidak retak, beras yang digunakan adalah beras pulen yang dicampur dengan beras ketan. Namun ada juga sebagian orang yang hanya menggunakan nasi putih biasa namun dengan kualitas yang sangat baik agar hasilnya berkualitas.
Beras tersebut dimasak bersamaan dengan beberapa bumbu-bumbu rempah, kunyit dan santan. Untuk santan, takarannya disamakan saja dengan ketika memasak nasi seperti biasa. Jika tidak memiliki dandang, Anda pun bisa menggunakan rice cooker untuk memasak nasi tumpeng agar lebih efisien dan praktis.
Setelah nasinya matang, Anda pun siap untuk mencetaknya. Setelah menyiapkan cetakan tumpengnya, oleskan dulu bagian dalamnya dengan menggunakan margarin seperti yang sudah dibahas di atas. Margarin ini memegang peranan penting agar nasi tidak mudah ambyar dan membuatnya kokoh karena menempel dengan baik di dalam cetakan.
Agar bisa mencetaknya dengan baik, tempatkan cetakan tersebut pada posisi terbalik kemudian masukkan ujungnya ke dalam toples. Lalu masukkan nasi kuning sedikit demi sedikit ke dalam cetakan. Tekan menggunakan tangan yang sudah menggunakan sarung tangan plastik. Apabila dirasa sudah cukup padat, masukkan nasinya kembali secara perlahan-lahan dan tekan.
Ukuran cetakan semakin ke atas akan semakin lebar. Anda dapat menekan nasi dengan menggunakan gelas plastik yang sudah dicuci bersih. Terus lakukan hingga nasinya memenuhi cetakan yang digunakan.
Tekan nasinya dengan kuat agar menjadi padat dengan sempurna. Nasi kuning harus dimasukkan ke dalam cetakan dalam keadaan panas. Agar bagian paling atas rata dengan sempurna, Anda dapat menggunakan sendok plastik dengan ukuran yang besar.
Agar lebih rapi, tekan bagian pinggirnya. Apabila sudah selesai, baliklah cetakan untuk dapat mengeluarkan isi nasinya. Berhati-hatilah dalam mengangkat cetakan agar nasi tidak retak dan hancur. Hasilnya pun akan terlihat padat dan menarik.
Alasan kenapa nasi tumpeng berbentuk kerucut menyerupai gunung karena sangat berkaitan dengan sebuah hal yang sifatnya spiritual. Bentuk kerucut tersebut juga merupakan simbol hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesamanya dan alam.
Namun saat membuatnya harus berhati-hati agar tidak buyar maupun retak. Jika Anda tidak mau repot maka lebih baik memesannya saja lewat Royal Tumpeng. Segera hubungi 0812.8760.8239 atau email ke order@royaltumpeng.com untuk memesan bentuk yang diinginkan.



