Nasi Langgi Solo – Banyak orang mungkin lebih familier dengan makanan khas Solo seperti timlo atau selat Solo, padahal ada juga nasi langgi. Bukan hanya nasi yang diberi lauk pelengkap, nasi langgi merupakan sajian yang kaya rasa dan selalu menggugah selera.
Namun, apa bedanya nasi langgi dari Solo dengan nasi tradisional dari daerah lain?

Perbandingan Nasi Langgi Solo Vs. Nasi Tradisional Daerah Lain
-
Nasi Sudah Kaya Rasa
Kalau ingin coba membandingkan antara nasi langgi khas Solo dengan nasi dari daerah lain, maka coba fokus pada bagian rasa. Nasi pecel biasanya pakai nasi putih biasa, begitu juga dengan nasi rames namun nasi langgi sudah ada rasanya. Nasi dibuat bersantan dan berempah sehingga pada hidangan ini nasi dapat menjadi fokus utama karena sudah terasa gurih.
-
Lauk Lebih Bervariasi
Lauk nasi langgi Solo dianggap lebih ramai dan lengkap daripada nasi tradisional dari daerah Jawa lainnya. Bayangkan saja bahwa tidak hanya empal atau suwiran daging dan abon sapi, tapi juga ada serundeng hingga telur dadar iris. Masih ada juga sambal goreng kentang dan hati sapi, belum lagi sambal dan kerupuk yang membuat komplit.
-
Terdapat Pengaruh dari Jawa Timur
Menurut beberapa sumber, nasi langgi Solo khas Jawa disebut-sebut berasal dari Jember, Jawa Timur yang kemudian berkembang di Solo. Popularitas hidangan ini di Solo meningkat dan akhirnya menjadi bagian dari budaya kuliner kota tersebut. Inilah yang menjadikan nasi langgi berbeda dengan lauk yang kaya ala Jawa Timur dan rasa manis-gurih halus ala Solo.
-
Kombinasi Rasa Gurih dan Manis
Yogyakarta memiliki nasi gudeg yang mayoritas rasanya cenderung kuat manisnya, lalu Madiun memiliki nasi pecel khas pedas kacangnya. Untuk di Jawa Timur, nasi rawon cenderung menawarkan cita rasa gurih yang menyegarkan. Namun untuk nasi langgi khas Solo berbeda, keunikannya terdapat pada rasa gurih dan manis halus yang terpadu sempurna.
-
Terkesan “Mewah”
Nasi langgi Solo komplit bukan sembarang hidangan karena walau berasal dari rakyat biasa, rupanya ada cerita lain di balik itu. Tahukah Anda bahwa nasi langgi ini dianggap sebagai hidangan bangsawan atau keluarga keraton Solo? Konon hanya para orang terhormatlah yang mampu menikmati sajian ini, tidak heran jika tampilannya begitu lengkap.
-
Ada Kemiripan dengan Nasi Liwet
Karena dalam pembuatannya menggunakan santan, mungkin Anda penasaran apa yang membedakan nasi langgi khas Solo dengan nasi liwet. Dari segi lauk, nasi langgi disajikan dengan lauk yang jauh lebih banyak ragamnya sementara nasi liwet justru lebih simpel. Jika nasi langgi penyajiannya ditata secara rapi, nasi liwet mengandalkan pincuk daun pisang.
Nasi langgi Solo tradisional dari aspek tampilannya lebih ke hidangan jamuan (untuk tamu terhormat), sedangkan nasi liwet tampilannya tradisional rumahan. Tidak heran kalau kesannya jauh lebih istimewa dan formal daripada nasi liwet yang simpel dan hangat. Rasa gurih santan dan areh fokus utama nasi liwet, sementara gurih rempah adalah inti dari nasi langgi.

Resep Sederhana Nasi Langgi Khas Solo
Resep nasi langgi yang berasal dari Solo bukan lagi hidangan untuk para aristokrat, sebab siapa saja kini dapat menikmatinya. Baik ingin menyantapnya sendiri atau menghidangkannya pada acara tertentu, tidak begitu sulit untuk membuatnya.
Berikut resep sederhana yang bisa diikuti agar Anda nantinya bisa menyajikan hidangan ini di acara spesial.
Bahan-bahan:
- Tempe orek 200 gram
- Telur ayam 2 butir (goreng dadar dan iris setelahnya)
- Sambal goreng hati kentang 200 gram
- Daun kemangi yang sudah dipetik daunnya 60 gram
- Mentimun diiris menyerong 150 gram
- Minyak untuk menggoreng secukupnya
- Bawang merah goreng 2 sendok makan
Bahan untuk nasi:
- Beras 300 gram
- Air 300 ml
- Santan instan 65 ml
- Minyak 2 sendok makan untuk menumis
- Daun salam 2 lembar
- Serai 2 batang memarkan
- Lengkuas 3 cm memarkan
Bumbu halus untuk nasi:
- Bawang putih 4 siung
- Bawang merah 7 siung
- Kaldu ayam bubuk ½ sendok makan
Bahan untuk empal kelem:
- Air 600 ml untuk merebus
- Daging sapi 400 gram iris dengan ketebalan 1,5 cm
- Daun salam 2 lembar
- Daun jeruk 2 lembar
- Kecap manis 5 sendok makan
- Santan instan 65 ml
- Asam Jawa 1 sendok teh yang sudah dilarutkan dengan air panas 2 sendok makan
- Serai 2 batang memarkan
- Lengkuas 2 cm memarkan
- Minyak secukupnya untuk menggoreng
Bumbu halus empal kelem:
- Kemiri 3 butir
- Bawang putih 8 siung
- Gula merah 3 sendok makan
- Ketumbar 1 sendok makan
- Merica bubuk putih ½ sendok teh
- Garam 1 sendok makan
Cara membuat nasi langgi Solo:
- Siapkan wajan dan panaskan minyak untuk menumis bumbu halusnya lebih dulu sampai wangi.
- Angkat tumisan bumbu halus jika sudah wangi, saatnya memasukkan seluruh bahan nasi langgi ke dalam rice cooker bersama bumbu halus.
- Setelah matang, sisihkan dulu dan fokus pada pembuatan empal kelem dengan memasukkan bumbu halus dan seluruh bahan ke dalam panci.
- Beri kecap manis dan aduk rata, pastikan masak sampai mendidih dan api bisa dikecilkan untuk menunggu daging lebih empuk.
- Setelah daging empuk, angkat lalu panaskan minyak kembali untuk menggoreng empal sampai setengah garing.
- Angkat dan tiriskan empal dan sajikan nasi beserta lauk pauk yang sudah dimasak di atas piring, terakhir taburi bawang merah goreng.

Baca juga : Catering Tradisional Jakarta
Berbeda dari nasi tradisional Jawa lainnya, nasi langgi Solo tetap banyak peminatnya. Apakah Anda salah satu yang ingin menghadirkan hidangan ini untuk acara spesial tapi tidak ingin repot membuat sendiri?
Hubungi Royal Tumpeng yang menawarkan ragam pilihan menu Nusantara nikmat, cukup pesan di nomor 0812-8760-8239 atau email order@royaltumpeng.com.